Ekstrakurikuler
Musik
Seni musik adalah media yang sangat efektif untuk melatih kepekaan emosional dan kognitif peserta didik. Dalam ekstrakurikuler ini, siswa diajak mengenal berbagai instrumen musik, mengolah vokal, serta memahami irama dan ritme. Proses berlatih musik secara rutin membantu melatih konsentrasi, memperhalus kemampuan motorik halus, serta mengasah memori. Ketika bermain dalam sebuah kelompok, siswa juga belajar tentang pentingnya keteraturan, tempo, dan kerja sama tim untuk menciptakan harmoni yang indah. Lebih dari sekadar nada, musik menjadi bahasa universal tempat para siswa mengekspresikan perasaan dan membangun rasa percaya diri saat tampil di hadapan publik.
Pantomim
Pantomim hadir sebagai sarana komunikasi nonverbal yang sangat kaya akan nilai seni dan ekspresi jiwa. Tanpa menggunakan kata-kata, para siswa dilatih untuk menyampaikan kisah, emosi, dan pesan melalui ketepatan gerak tubuh serta olah mimik wajah. Ekstrakurikuler ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran tubuh (body awareness), melatih kelenturan fisik, serta mempertajam imajinasi dan kreativitas. Melalui kisah-kisah sederhana yang dibawakan di atas panggung, siswa diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar sekaligus memupuk keberanian dalam berinteraksi dan menunjukkan bakat mereka secara terbuka.
Melukis
Melukis memberikan ruang bebas bagi siswa untuk menuangkan imajinasi, gagasan, dan emosi ke dalam bidang visual. Melalui permainan warna, garis, dan bentuk, para siswa diajarkan berbagai teknik dasar menggambar serta memadukan warna pada kanvas. Lebih dari sekadar aktivitas seni, proses melukis berfungsi sebagai terapi visual yang ampuh untuk melatih ketenangan, kesabaran, serta fokus anak. Aktivitas memegang kuas dan menggoreskan warna juga secara langsung menguatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik halus yang sangat penting bagi kemandirian peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Tari
Ekstrakurikuler seni tari menggabungkan keindahan gerak, irama musik, dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Para siswa dibimbing untuk mempelajari alur gerak tari tradisional maupun kreasi yang disesuaikan dengan kemampuan fisik mereka. Kegiatan ini secara konsisten melatih keseimbangan tubuh, keluwesan, koordinasi motorik kasar, serta ketahanan fisik. Melalui latihan yang terstruktur, siswa belajar mengenai kedisiplinan dan ritme. Saat menari bersama teman-teman, tumbuh rasa kebersamaan, rasa bangga terhadap warisan budaya, serta keberanian diri untuk tampil memukau di atas panggung pertunjukan.
Pencak Silat
Sebagai seni bela diri warisan bangsa, pencak silat tidak hanya menitikberatkan pada olah fisik, tetapi juga pada pembentukan mental dan karakter. Para siswa diajarkan teknik-teknik dasar jurus, kuda-kuda, serta sikap pasang yang disesuaikan dengan aman. Latihan silat bermanfaat besar dalam meningkatkan kebugaran fisik, menguatkan otot, melatih keseimbangan, serta mempercepat refleks gerak. Di balik latihan fisiknya yang tangguh, ekstrakurikuler ini menanamkan nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan tinggi, sikap saling menghormati, kontrol diri, dan rasa percaya diri untuk melindungi diri sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
TIK
Di era digital saat ini, penguasaan teknologi menjadi bekal penting bagi masa depan peserta didik. Ekstrakurikuler TIK dirancang secara adaptif untuk mengenalkan siswa pada dunia komputer dan perangkat digital secara bertahap dan menyenangkan. Siswa diajarkan keterampilan dasar seperti mengoperasikan perangkat, mengetik, mengenal aplikasi perkantoran sederhana, hingga berkreasi melalui desain grafis dasar. Selain melatih logika berpikir dan koordinasi motorik, program ini bertujuan untuk membentuk kesiapan siswa menghadapi perkembangan zaman, melatih kemandirian digital, serta membimbing mereka memanfaatkan teknologi secara positif dan aman.











