Melepas dengan Cinta, Mengenang dengan Bangga: Selamat Purnabakti Ibu Sri Rahayu Andayani dan Ibu Lukita Heptarini

Jakarta, 19 Desember 2025 – Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Namun, bagi dunia pendidikan, tidak ada istilah perpisahan untuk sebuah inspirasi. Hari ini, keluarga besar SLBN 11 Jakarta dengan berat hati namun penuh rasa syukur, melepas dua sosok ibu, guru, dan teladan hebat yang telah memasuki masa purnabakti: Ibu Sri Rahayu Andayani dan Ibu Lukita Heptarini.

Pengabdian di Sekolah Luar Biasa bukanlah tugas biasa; ia memerlukan hati yang luas, kesabaran yang tak bertepi, dan dedikasi yang melampaui kewajiban formal. Kedua sosok ini telah membuktikannya.


🌷 Ibu Sri Rahayu Andayani: Teladan dalam Dedikasi

Kepada Ibu Sri Rahayu Andayani, kami menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Selama masa baktinya di SLBN 11 Jakarta, beliau bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memberikan keteladanan bagi rekan sejawat dan para peserta didik.

Setiap langkah dan karya yang telah Ibu torehkan merupakan fondasi berharga bagi sekolah ini. Kami mendoakan semoga masa purnabakti Ibu dipenuhi dengan:

  • Kesehatan yang prima untuk menikmati waktu bersama keluarga.
  • Ketenangan dan kebahagiaan yang berlimpah.
  • Setiap pengabdian dicatat sebagai amal kebaikan yang tak terputus.

🌷 Ibu Lukita Heptarini: Mendidik dengan Ketulusan Hati

Kepada Ibu Lukita Heptarini, terima kasih atas setiap detik yang Ibu luangkan untuk membersamai peserta didik dengan penuh cinta. Menjadi pendidik bagi anak-anak istimewa membutuhkan “sentuhan jiwa”, dan Ibu telah memberikan itu semua dengan penuh kesabaran.

Ketulusan Ibu dalam mendidik akan selalu tersimpan dalam ingatan para siswa yang kini telah tumbuh lebih mandiri berkat bimbingan Ibu. Semoga di masa purnabakti ini, Ibu senantiasa:

  • Diberikan kebahagiaan lahir dan batin.
  • Menikmati masa istirahat dengan penuh kedamaian bersama orang-orang tersayang.
  • Seluruh karya bakti Ibu menjadi cahaya kebaikan di masa depan.

Warisan yang Takkan Lekang oleh Waktu

Bagi kami yang ditinggalkan, tugas kami adalah melanjutkan semangat yang telah Ibu berdua kobarkan. SLBN 11 Jakarta telah menjadi saksi bisu betapa besarnya pengaruh seorang guru dalam membentuk masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.

Selamat memasuki masa purnabakti, Ibu Sri dan Ibu Lukita. Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah hebat sekolah ini. Meski raga tak lagi setiap hari berada di ruang kelas, namun doa dan cinta kami akan selalu menyertai langkah Ibu berdua. 🤍✨


Catatan Refleksi: Dalam dunia pendidikan Indonesia, Purnabakti (pensiun) merupakan bentuk penghormatan negara kepada Pegawai Negeri Sipil atau pendidik yang telah menyelesaikan masa tugasnya dengan baik. Menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara, seorang guru adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan). Warisan yang ditinggalkan oleh guru yang purnabakti bukan hanya materi, melainkan karakter dan nilai-nilai hidup yang akan terus hidup dalam diri murid-muridnya.